Sabtu, 6 November 2010

Penciptaan Manusia


Bismillahirahmanirahiimm..........

Tujuan Penciptaan Manusia


الْحَمْدُ لِلَِّهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ اْلعَزِيْزُ اْلغَفُوْرُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا. أمَّا بَعْدُ:


أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مَا خُلِقْتُمْ عَبَثاً، خَلَقَكُمُ اللهُ لِعِبَادَتِهِ وَطَاعَتِهِ وَأَمَدَّكُمْ بِنِعَمِِهِ وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ ومَا فِي اْلأَرْضِ لِيَسْتَعِيْنُوْا بِذَلِكَ عَلَى طَاعَتِهِ، وَأَرْسَلَ إِلَيْكُمْ رَسُوْلَهُ وأَنْزَلَ عَلَيكُمْ كِتَابَهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ ما يَجِبُ وَمَا يَحْرُمُ، وَجَعَلَ هَذِهِ الدُّنْيَا دَارَ عَمَلٍ واْلآخِرَةَ دَارَ جَزَاءٍ وَحَذَّرَكُمْ مِنَ اْلإِغْتِرَارِ بِهَذِهِ الدُّنْيَا وَاْلإِنْشِغَالِ بِهَا عَنِ اْلآخِرَةِ.


Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala iaitu dengan berusaha sekuat kemampuan kita menjalankan perintah-perintah-Nya dan dengan menjauhi segala larangan-Nya.

Saudara-saudaraku kaum muslimin rahimakumullah
Ketahuilah bahwa kita diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan semata untuk hidup di dunia bukan pula utk sekadar makan dan minum. Apalagi berfoya-foya untuk memenuhi tiap keinginan hawa nafsu kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ


“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
Dari ayat tersebut jelaslah bahwa kita diciptakan utk suatu tujuan yg besar dan sangat mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin memuliakan hamba-hamba-Nya yang mewujudkan tujuan penciptaan diri iatu beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memerlukankan hal itu sedikitpun dari hamba-hamba-Nya. Akan tetapi ibadah yg Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada kita adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


إِنْ تَكْفُرُوْا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ جَمِيْعًا فَإِنَّ اللهَ لَغَنِيٌّ حَمِيْدٌ


“Jika kalian dan orang-orang yang ada di muka bumi ini seluruh kufur kepada Allah maka sesungguh Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.”

Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Kerana tujuan yang mulia inilah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus kepada kita Rasul-Nya yang merupakan penutup seluruh para nabi yaitu Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُوْلاً شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُوْلاً. فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُوْلَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيْلاً


“Sesungguh Kami telah mengutus kepada kalian seorang Rasul yang menjadi saksi terhadapmu sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir’aun. maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu lalu Kami siksa dia dengan siksaan yg berat.”

Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam Tafsir- menyebutkan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata: ‘Memujilah kalian kepada Rabb kalian atas diutus Nabi yang ummi ini yang berasal dari kalangan Arab yang memberi khabar gembira dan peringatan serta menjadi saksi atas amalan yang dilakukan oleh umat ini. Bersyukurlah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan syukurilah ni’mat yg besar ini dengan mentaati utusan-Nya dan janganlah sekali-kali kalian mengkufuri ni’mat ini dengan tidak mahu mentaati Rasul yang diutus kepada kalian sehingga kalian seperti Fir’aun.

Ketika Musa bin ‘Imran diutus kepada Fir’aun dan mengajak kepada agama Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memerintahkan untuk beribadah hanya kepada-Nya dia tidak mahu beriman kepada Musa bahkan bermaksiat kepadanya. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengadzab dengan adzab yang sangat pedih.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Oleh kerana itu barangsiapa ingin mendapatkan kemuliaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia dan di akhirat selamat dari siksa-Nya dan mendapatkan surga-Nya tidak lain cara dengan beribadah hanya kepada-Nya dan mengikuti petunjuk Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ. وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِيْنٌ


“Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya niscaya Allah akan memasukkan ke dalam syurga yang mengalir di dalam sungai-sungai sedangkan mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yg besar. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar ketentuan-ketentuan-Nya niscaya Allah memasukkan ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan bagi siksa yang menghinakan.”

Dengan demikian jelaslah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan sebab kebahagiaan seseorang di dunia dan di akhirat adalah dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya. Sebalik Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kecelakan serta kebinasaan seseorang di dunia dan di akhirat adalah kerana bermaksiat terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Oleh kerana itu marilah kita berusaha untk meraih janji Allah utk mendapatkan berbagai keni’matan di surga-Nya dan dijauhkan dari siksa neraka iaitu dengan mengisi kesempatan hidup di dunia ini dengan beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengikuti petunjuk Rasul- Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُوْرُ


“Hai manusia sesungguh janji Allah adalah benar maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian dan sekali-kali janganlah syaithan yang pandai menipu memperdayakan kalian tentang Allah.”

Hadirin jamaah jum’ah rahimakumullah
Kehidupan di dunia ini adalah suatu perjalanan yang menghantarkan pada kehidupan yang sesungguh di akhirat. Dunia adalah tempat beramal dan akhirat adalah tempat pembalasan. maka janganlah kehidupan dunia ini melupakan kita dari kehidupan akhirat. Gunakan ni’mat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepada kita di dunia ini untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesungguh di akhirat nanti. Kerana sesungguh kurnia Allah Subhanahu wa Ta’ala baik yang di langit mahupun yang di bumi semua itu telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tundukkan untuk manusia sebagai saranna untuk beribadah kepada-Nya. Janganlah kita menjadi orang yang menyesal di akhirat nanti sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:


وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلاَ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيْبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ. وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللهُ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ


“Dan infakkanlah sebagian dari apa yg telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Wahai Rabbku mengapa Engkau tidak menangguhkan ku sampai waktu yang dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang2 yang shalih?’ Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yg kamu kerjakan.”


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ.


KHUTBAH KEDUA


الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ، خَلَقَ الْخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ وَأَمَرَهُمْ بِتَوْحِيْدِهِ وَطَاعَتِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ فِي رُبُوْبِيَّتِهِ وَإِلَهِيَّتِهِ وَأَسْمَاءِهِ وَصِفَاتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ إِلَى بَرِيَّتِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ سَارُوْا عَلَى نَهْجِهِ وَتَمَسَّكُوْا بِسُنَّتِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ:


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ الْعِبَادَةَ لاَ تَكُوْنُ عِبَادَةً إِلاَّ مَعَ التَّوْحِيْدِ كَمَا أَنَّ الصَّلاَةَ لاَ تَكُوْنُ صَلاَةً إِلاَّ مَعَ الطَّهَارَةِ، فَإِذَا دَخَلَ الشِّرْكُ فِي اْلعِبَادَةِ فَسَدَتْ كَالْحَدَثِ إِذَا دَخَلَ فِي الطَّهَارَةِ. فَالشِّرْكُ لاَ يَصِحُّ مَعَهُ عَمَلٌ وَلاَ تُقْبَلُ مَعَهُ عِبَادَةٌ. وَلِهَذَا كَثِيْرًا مَا يَأْتِي اْلأَمرُ بِالْعِبَادَةِ مَقْرُوْناً بِالنَّهْيِ عَنِ الشِّرْكِ، كَقَوْلِهِ تَعَالَى:


Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita isi kehidupan dunia ini dengan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Namun harus diketahui bahawa ibadah tidak akan diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali dilakukan oleh orang yang bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana sholat tidak akan sah kecuali dikerjakan oleh orang yang bersuci. Apabila orang yang bersuci terkena hadats maka rosaklah bersuci sehingga apabila dia sholat dalam keadaan demikian maka sia-sialah sholat meskipun dilakukan sebanyak apapun.


Begitu pula orang yang beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala namun ia terjatuh kepada perbuatan syirik maka dia bukanlah orang yang bertauhid. Apabila dia beramal maka sia-sialah amalan yang ia lakukan kerana dia melakukan perbuatan syirik. maka jauhilah perbuatan syirik janganlah seseorang berdoa meminta kepada orang yang telah mati meskipun dia dianggap wali. Jangan pula menjadikan sebagai perantara dalam meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Janganlah seseorang menyembelih untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala baik dengan istilah sesaji sedekah bumi ataupun sedekah laut kerana semua itu adalah perbuatan syirik. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan kita di dalam Al-Qur`an tentang bahaya syirik. Di antara dalam firman-Nya:


وَلَقَدْ أُوْحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ


“Dan sesungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada yang sebelummu “Jika kamu mempersekutukan niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”


اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُوَحِّدِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الـْمُسْلِميْنَ في كُلِّ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْـمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّهُ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ربِّ الْعَالَمِيْنَ.




Dipetik dari penulis Al-Ustadz Saifuddin Zuhri
Syariah Khutbah 04 - Jun - 2007

Isnin, 18 Oktober 2010

Guane Gamok Orang Tranung Kite


Guane Gamok Orang Tranung Kite


Guane gamok orang Tranung kite

Arak-arak se’gor megor

Dok kemama lagi


Kalu gi’tu orang kite baru ade kelah

Baru jangok, buleh masuk bong

Lawang dengang orang negeri laing


Guane gamok orang kite

Guane gamok anok beranok kite di Besut nung

Dok soh nok nu’suk, dok payoh nok su’sut

Semangak roh Kuale Besut tu dok soh bia liuk

Mari kite same-same pisoh

Jangang lok sapa nge’suk


Guane gamok orang kite

Guane gamok adik kakok di Setiu tu

I love you bia se’but slalu

Kite kasih pade tanoh bongsu kite tu

Dok soh wi kliru

Mari kite same-same tapu

Jangang lok jadi berdebu


Guane gamok orang kite

Guane gamok pulok warih-waroh kite orang Kuale Trengganu

Orang bandor

Bia rajing skit

Su’sung molek bandor kite ning

Dok soh ikut dang

Paka plekong, paka skung

Mari kite same-same jage

Jangang lok bia skung


Guane gamok orang kite

Guane gamok saing-saing kite di Kuale Brang

Orang ulu

Lening rama doh bojeng rambut perang

Tu tandenye orang kite maju ikuk perkembangang

Mari kite same-same lembang

Jangang lok jadi ngambang


Guane gamok orang kite

Guane gamok pulok saing rodong kite di Marang

Napoknye, Marang pung kite kene wi kedepang

Baru seimbang

Biar tak dok orang maroh

Lakoh sikik-sikik patang larang

Mari kite same-same nganyang

Jangang lok ba’hang rambang


Guane gamok orang kite

Guane gamok barang kali sdare-sdare kite di Dungun

Buak lah apa bende pung

Jangang sakang duk nengung

Ita-italah orang kite di Kuala Jenga

Pasir Raja nung

Seluk bira jalang tu

Napok berdo’oh blopong

Mari kite same-same bangung

Jangang lok re’boh su’gung


Guane gamok orang kite

Guane gamok mok ohnye kaung krabak kite di Kemamang

Jangang lok nye makang sata

Cume telang lemang

Berilah vitaming

Bia ceroh mate

Baru dok chemang

Mari kite sam-same kucoh

Jangang lok die bengang


Guane gamok orang kite

Arak-arak se’gor megor

Dok kemama lagi.....


Muzium Negeri Terengganu menjadi kebanggaanku

Khamis, 14 Oktober 2010

Aku Dan Dunia Seni Mempertahankan Diri Melayu

Salah satu teknik untuk mematahkan serangan musuh



Gambar semasa memberi ceramah berkenaan keselamatan diri



Bergambar dengan anak didik sebelum persembahan


Bismillahirahmanirahiim

Assalamualaikum wbt...

Sejak dua minggu yang lalu, aku ditugaskan untuk melatih anak didikku serta beberapa pelajar dari Institut Latihan Perindustrian Kota Kinabalu untuk persembahan Puisidra sempena Majlis Penutupan Program 1 Malaysia peringkat IPTA/S Sabah yang menggabungkan puisi, drama, tarian, muzik asli dan silat. Sejak dua minggu yang lalu juga, jadual pada waktu malamku cukup padat. Setiap hari aku mesti mengajar mereka di Sekolah Pengajian Seni. Kadang-kadang bila bas tiada, aku berjalan kaki bersama mereka balik ke kolej seperti hari ini, aku dan anak didikku kebasahan meredah hujan untuk pulang ke kolej.......


Ramai teman sekelas yang bertanya kepadaku kenapa aku sanggup buat kerja-kerja begini... malah kadang-kadang mereka komplen mengatakan aku sekarang terlalu sibuk sehingga tiada masa untuk bersama dengan mereka... Tapi apa yang aku mampu jawab hanyalah itu adalah tanggungjawab aku dan itu adalah tugas aku yang perlu ditunaikan........


Namun begitulah hakikatnya, aku dengan dunia persilatan. Sejarah aku dengan dunia persilatan cukup panjang. Banyak kenangan manis dan pahit telah aku tempuh untuk mengembangkan minat dan impianku dalam bidang ini. Jarang aku ceritakan kisah hidupku dalam bidang ini kecuali dengan orang yang rapat denganku serta anak didikku...

Terdetik pada waktu dan ketika ini untuk aku menulis tentang kisah dunia persilatanku... mungkin ia boleh dijadikan coretan kenangan yang boleh aku kongsikan kepada sesiapa yang sudi membacanya....


Aku bermula berminat dalam seni mempertahankan diri semenjak aku kecil lagi. Sewaktu kecil aku sangat meminati filem-filem dan drama-drama aksi yang memaparkan seni mempertahankan diri seperti kungfu dan kickboxer serta silat. Drama yang paling aku minat pada waktu itu adalah Keris Hitam Bersepuh Emas lakonan mantap Eman Manan. Ceritanya cukup menarik dan memaparkan 100% silat Melayu. Setiap kali selepas tengok cerita itu, aku akan menggayakan pergerakan silat di dalam bilik... Walaupun sumbang, tapi aku tetap menggayakannya...


Pada tahun 1998 iaitu semasa aku dalam darjah 3, aku tertarik untuk memasuki kelas Taek-kwan-do. Namun tak sampai setahun aku belajar, aku mulai bosan. Aku rasakan diri aku tidak sesuai dengan corak pertahanan diri seperti itu. Aku berhenti mempelajari semasa peringkat tali pinggang kuning-2.


Semasa tahun 2001 pula iaitu semasa aku di tingkatan 1, aku diajak oleh kawan untuk mempelajari Silat Gayong ****** (terlalu sensitif untuk menyatakan nama pertubuhan itu). Tanpa berfikir panjang, aku terus mendaftar untuk memasuki kelas silat itu. Memang sudah menjadi niat aku untuk belajar seni mempertahankan diri Melayu ini. Aku mula berlatih silat ini dengan bersungguh-sungguh. Aku tidak pernah ponteng kelas latihan dan aku selalu datang awal untuk berlatih. Dengan menaiki basikal, aku mengayuh hampir 20 minit untuk ke sekolah pada setiap hari Jumaat untuk berlatih. Setiap kali pergi latihan aku akan memakai pakaian lengkap silat berwarna hitam beserta tali pinggang. Setiap buah, serangan, tangkisan dan tendangan yang diajar, aku cuba mengingat dan melakukannya dengan lancar. Semasa tahun 2003, aku mula diperkenalkan dengan dunia pertandingan. Walaupun sekadar mewakili peringkat sekolah, namun aku tetap puas. Sehingga tahun 2004, setiap pertandingan yang aku sertai, pasti aku akan membawa hadiah dan pingat. Namun begitu, pada masa yang sama, perasaan aku terhadap silat gayong ini mula berubah. Minat untuk mempelajarinya semakin luntur. Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat aku mulai luntur. Pertamanya kerana sikap jurulatih aku pada masa itu suka memaksa dan memaki pelajar-pelajarnya. Aku dipaksa untuk turun latihan walaupun pada masa itu aku sedang sakit. Malah aku turut dimaki dan dihamun kerana memberi alasan sakit sedangkan pada masa itu aku benar-benar sakit dan tidak larat untuk berlatih. Sebab keduanya kerana apa yang aku cari dalam seni mempertahankan diri Melayu Asli tidak aku perolehi. Aku ingin mempelajari silat hingga tamat, namun apa yang aku pelajari sepanjang 4 tahun dalam pertubuhan ini hanyalah beberapa buah dan hanya mementingkan pertandingan. Disebabkan oleh dua faktor ini, aku mula tawar hati untuk meneruskan pengajian dalam Silat Gayong ini....


Awal tahun 2005, aku mula menghantar surat kepada jurulatih untuk berhenti atas alasan aku ingin fokus dalam akademik. Hujan tidak selalunya cerah, aku dituduh mengajar silat itu kepada perguruan lain. Malah aku dikatakan anak murid derhaka kerana mencuri ilmu. Semenjak itu, hubungan aku dengan rakan-rakan dari pertubuhan itu mulai renggang. Mereka mula tidak bertegur sapa denganku. Akhirnya aku diharamkan dari menyertai pertubuhan itu lagi. Aku redha dan terima atas segala dugaan yang diberikan. Hampir setahun, aku tidak terlibat secara aktif dalam silat. Setiap kali ada pertandingan, aku hanya pergi sekadar menjadi penonton. Ramai juga teman-teman dari perguruan lain menanyakan kepadaku, namun aku hanya berdiam diri. Aku rasakan bahawa dunia silat tidak sesuai denganku. Aku betul-betul rasa tersiksa dan kerdil pada ketika itu.


Namun sinar baru kembali... Pada akhir 2005, aku diperkenalkan oleh teman karibku dengan Persatuan Kalimah Malaysia. Dia mengajak aku ke gelanggang untuk melihat corak latihan mereka. Pertama kali aku melihat, aku jadi tertarik. Pergerakannya cukup ringkas. Malah hanya menggunakan kaedah berdiri tegak tanpa kekuda untuk melawan musuh. Malah apa yang menarik perhatian aku adalah, silat ini menggunakan kaedah dalam solat seperti doa, takbir, qiam dan rukuk.


Setelah melihat corak permainan mereka, temanku menguji aku. Dia meminta aku menyerangnya dengan semua ilmu seni mempertahankan diri yang aku ada. Aku dengan yakin menyerangkan, namun tidak sampai 20 saat, aku tumbang ke tanah. Aku jadi terkesima dan bingung. Lalu kawanku menjelaskan kepadaku bahawa silat yang diamalkannya iaitu Kalimah adalah sangat ringkas dan mudah. Ia hanya bertindak sekiranya ada musuh yang menyerang dan serangannya dituju tepat di kawasan kelemahan manusia. Aku mula rasa menyesal. Apa yang aku pelajari selama 4 tahun sebelum ini aku rasakan tidak berguna. Tiada apa-apa yang aku dapat. Aku hanya menjadi jagoan di gelanggang, tetapi menjadi ayam katik di medan pertempuran sebenar...


Mulai detik itu, aku mendaftar untuk mengikuti kelas Kalimah. Aku belajar melalui kawanku. Aku belajar dengan sangat cepat. Malah pelbagai ilmu tambahan seperti senjata moden dan tradisional yang aku pelajari. Pada setiap malam, aku dilatih di atas kawasan bukit loji air dan kadang-kadang dirumahnya. Aku rasakan sangat mudah mempelajari silat ini dan ianya sangat menepati dengan jiwaku. Semasa mendalami ilmu persilatan ini, aku diberi banyak peluang. Aku mula terlibat dalam bahagian teknikal dan pembantu gelanggang sekiranya ada pertandingan silat diadakan di Negeri Terengganu. Aku dibayar dengan bayaran yang cukup tinggi semasa melakukan tugas-tugas itu. Wang yang diperolehi itulah yang aku gunakan untuk perbelanjaan dan persekolahanku....


Dari setahun ke setahun, aku mula diberi kepercayaan untuk mengajar ahli-ahli baru dalam Persatuan Kalimah Malaysia dan semasa mengajar aku mendapat pelbagai ilmu-ilmu baru seperti ilmu untuk menghormati pelajar. Aku tidak mahu menjadi seorang guru yang garang dan tidak pandai hormat orang. Biarlah kenangan aku dengan guru yang lalu begitu. Bagiku, pelajar akan menghormati seorang guru itu sekiranya guru itu pandai menghormati pelajarnya. Itu membuatkan pelajar akan menghormati guru bukannya takut kepada guru. Takut dan hormat adalah dua perkara yang berbeza. Takut akan menimbulkan perasaan rendah diri dan dendam pelajar itu kepada guru, tetapi hormat akan menjadikan ikatan antara guru dengan pelajarnya seperti satu keluarga. Segalanya boleh dikongsi seperti seorang teman....


Dari setahun ke setahun aku mula tamat setiap peringkat dalam silat Kalimah ini dan pengijazahan aku dibuat sendiri oleh Guru Utama Kalimah. Alhamdulillah, pada tahun 2009, aku dengan rasminya dilantik dan dianugerahkan sijil untuk mengajar silat Kalimah ini di Negeri Sabah dan aku cukup berbangga kerana aku adalah orang termuda yang dianugerahkan sijil ini. Setelah berusaha dan atas sokongan semua pihak, akhirnya pada tahun 2010, aku telah berjaya membuka sebuah gelanggang silat Kalimah di Negeri Sabah iaitu di Universiti Malaysia Sabah. Dengan ahli yang berdaftar seramai 86 orang, aku rasa cukup berbaloi dan bangga dengan pencapaian aku setakat ini.


Walaupun dalam masa yang singkat penubuhan Persatuan Kalimah di UMS, namun kejayaan mula mendapat perhatian. Banyak pelawaan mengadakan persembahan yang diterima. Malah Persatuan Kalimah ini juga dijemput untuk menjayakan persembahan Puisidra yang menggabungkan puisi, tarian, muzik tradisional, teater dan Silat sempena program 1 Malaysia peringkat IPTA/S Sabah. Tambahan pula, setiap kali mengadakan persembahan, tarikan penonton dan ucapan tahniah diterima dari pelbagai pihak termasuk pihak pentadbiran universiti....


Aku cukup berbangga dengan semua anak didikku. Walaupun dalam masa yang singkat, mereka mampu mempelajari silat ini dengan cepat. Malah mereka sering meminta untuk diadakan kelas tambahan untuk memperkemaskan buah...


Sering kali aku memberi pesan kepada anak didikku bahawa kita perlu mempelajari sesuatu ilmu dengan bersungguh-sungguh serta ikhlas. Setiap yang kita belajar mesti tamat dan apabila tamat kita perlu menyebarkannya kepada orang ramai kerana kita akan menjadi lebih pandai sekiranya kita tidak kedekut ilmu. Malah penerapan sikap bertolak-ansur, hormat-menghormati, semangat setiakawan dan semangat kekeluargaan dipupuk kepada mereka agar ikatan antara ahli menjadi lebih utuh dan berkekalan...


Sehingga kini, aku masih lagi mengajar silat Kalimah dan pada masa yang sama aku juga telah tamat peringkat tiga dari Persatuan Seni Silat Cekak Ustaz Hanafi serta mempelajari beberapa kaedah seni mempertahankan diri yang lain seperti Karate, Capoeira, Kickboxing, Muay Thai serta Wing Chun KungFu....


Bagiku dunia seni mempertahankan diri dengan diriku tidak dapat dipisahkan dan masih banyak yang belum aku terokai dan aku capai dalam bidang ini. Walaupun sudah 10 tahun berkecimpung dalam dunia silat, namun aku masih belum puas. Masih banyak yang perlu dikaji dan dipelajari. Apa yang aku harapkan semoga impian aku dalam mengembangkan Silat Kalimah akan tercapai dan boleh membina akademi Silat Kalimah sendiri kelak... Insyaallah....


“Silat Aku Silat Kalimah, Aku Silat Dalam Kalimah”


Kerenah anak didikku selepas persembahan




Isnin, 4 Oktober 2010

Anda mahukan pengalaman blogger yang hebat??Click Here!

Jumaat, 1 Oktober 2010

Naik Taraf Blog

Blog Khalifah Sufi kini dengan wajah baru selepas dinaiktaraf. Harap anda menyukainya, terima kasih. Wassalam.

Rabu, 14 Julai 2010

Diari Kg Rampaian Ulu, Kota Belud Sabah

Pada 13 hingga 19 Jun yang lepas, aku bersama pelajar sekelas yang lain telah mengikuti satu kajian lapangan yang diadakan di Miri, Sarawak. Aku dan yang lain sampai di UMS lebih kurang dalam pukul 10.30 malam. Dengan keadaan yang penat dan letih disebabkan perjalanan yang terlalu panjang, aku terus membaringkan badan yang kepenatan ini di katil. Keesokan harinya, seorang teman mengajak aku pulang ke rumahnya di Kampung Rampaian Ulu, Kota Belud. Sememangnya sebelum cuti semester lagi, temanku mengajak aku ke rumahnya setelah pulang dari Miri. Lagipun aku sudah berjanji dengannya untuk mengikutnya pulang. Maka bermulalah diariku di Kampung Rampaian Ulu, Kota Belud, Sabah...

(Ahad, 20 Jun 2010)

Hari ini perjalananku diteruskan lagi ke Kota Belud. Walhal penat semalam dari Miri masih belum reda lagi. Semasa hari terakhir di Miri, aku mengalami sedikit kecederaan di bahagian pinggang ke kaki. Walaupun keadaan aku yang belum pulih sepenuhnya, tetapi aku tetap gagahkan juga demi menunaikan janjiku pada seorang teman. Perjalanan ke Kota Belud yang mengambil masa hampir dua jam sedikit sebanyak mendatangkan kesakitan kepadaku...harapnya esok aku akan semakin baik...

(Isnin, 21 Jun 2010)

Sedang asyik bersembang dengan teman di beranda rumahnya, aku terima satu mesej dari kawan di Kota Kinabalu. Ada masalah katanya. Tentang cinta... seorang lelaki yang pernah menolaknya suatu ketika dahulu ingin bersamanya kembali. Tetapi kawanku tidak sudi. Katanya ia masih teringat dengan peristiwa yang terjadi kepadanya. Namun lelaki itu tetap memaksanya untuk bersama. Walaupun berbagai alasan yang diberi, dia tetap tidak peduli. Itulah cinta... kadang-kadang ia membuatkan seseorang itu jadi tertekan dan merana. Masalah akan timbul sekiranya ia tidak faham tentang erti sebenar cinta dan bagaimana untuk mengawal cinta itu mengikut landasan yang betul. Sering kali aku menasihati kepada teman-teman bahawa cinta itu suatu yang suci dan istimewa. Oleh itu cinta perlu dilayan secara suci dan istimewa agar cinta itu tidak membawa mudarat kepada diri... Aku berdoa semoga Cinta yang lahir pada diriku ini adalah cinta yang tulus dan suci yang dapat aku serahkan segalanya kepada yang Hakiki... Allah swt. Pada malam ini, aku mengikut teman bermain badminton bersama rakan sekampungnya. Apa yang menariknya dan kelakarnya, aku langsung tidak memahami apa yang dicakapkan oleh mereka. Mana tidaknya, mereka bercakap dalam bahasa Iranum. Memang unik. Macam bahasa Tagalog pun ada... tapi itulah salah satu kelebihan di Malaysia. Setiap bangsa mempunyai bahasa dan loghat yang tersendiri. Sekiranya aku tidak ke sini, mungkin aku tidak berpeluang menerokai keunikan ini. Semoga perpaduan yang dicapai ini terus mekar demi pengukuhkan perpaduan setiap bangsa...

(Selasa, 22 Jun 2010)

Pada sebelah pagi, tiada sebarang aktiviti yang dilakukan, cuma tidur sampai matahari tegak meninggi. Pada sebelah petangnya pula, aku dan teman memancing ikan di sungai yang berhampiran dengan rumahnya. Lama juga kami mengunggu ikan menggigit umpan, tapi satu pun tidak mengena. Kami pulang dengan tangan kosong. Begitulah adat dalam memancing. Kadang-kadang dapat, kadang-kadang hampa. Sama juga seperti manusia. Kadang kala manusia ini hanya mampu merancang dan membuat apa yang telah dirancang. Namun, tidak semuanya apa yang dirancang itu terhasil seperti yang diharapkan. Ada kalanya rezeki itu melimpah dan ada kalanya ia kosong. Sebagai manusia, rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah perlu ada di dalam diri setiap insan walaupun ianya tidak seberapa. Mungkin Allah mahu menguji keimanan kita terhadap-Nya. Sesungguhnya, janji Allah itu pasti kepada makhluknya yang taat. Semoga Allah memberi aku kekuatan menghadapi sebarang dugaan dan ujian mendatang. Amiin...

(Rabu, 23 Jun 2010)

Pada waktu tengah hari, aku dan teman duduk di beranda rumah sambil bercerita teantang zaman persekolahan dahulu. Aku pun mula bercerita tantang pengalaman aku yang mengukir seribu kenangan sehingga ke saat ini. Terngiang di benakku tentang zaman remajaku. Masa di sekolah menengah, aku bukannya seorang pelajar yang baik dan cemerlang. Orang lain sibuk belajar, aku pula sibuk mencari duit dalam bidang sukan yang aku minati. Macam-macam perkara yang aku lakukan pada masa itu. Aku menyertai pertandingan, membuat persembahan dan mengikuti perbagai acara peringkat kebangsaan seperti Citrawarna Malaysia sehinggakan kelas tambahan pun aku ponteng. Guru kelas selalu marah dan sesetengah guru ada yang menggeleng kepala bial berjumpa dengan aku. Bila keluar keputusan PMR, aku mendapat keputusan yang teruk. Masa tu, cikgu hanya mengerling kepada aku. Malu aku dengan rakan-rakan yang lain. Bila pulang dari rumah, bertubi-tubi aku dimarahi oleh ibu dan abang. Itulah akibatnya apabila tidak menguruskan masa, minat dan pelajaran dengan betul. Masuk tingkatan empat, aku diletakkan dikelas paling hujung dalam aliran perdagangan iaitu 4P4. Bertambah malu aku dibuat... mana taknya semua rakan-rakan yang lain dapat memasuki aliran sains dan ekonomi. Bermula dari situlah aku mula belajar untuk berubah. Aku sudah tidak terlibat secara aktif lagi dalam bidang sukan, tetapi lebih banyak membuat kerja di belakang takbir. Aku bersyukur kerana semasa di tingkatan 4 dan 5, aku diberi banyak peluang oleh cikgu dengan menghantar aku menyertai kursus kepimpinan, kem jati diri dan kem akademik yang banyak memberikan impak positif padaku. Walaupun nakalku tidak berubah, tapi dalam pelajaran ada peningkatan. Semasa tingakatan 5, aku dinaikkan ke kelas 5P3. Ok lah tu... Walaupun keputusan SPM tidaklah sebaik mana, tetapi aku tetap bersyukur kerana sekurang-kurangnya tidak seteruk keputusan PMR dahulu. Selepas keputusan SPM diumumkan, ramai temanku mengisi borang UPU dan Politeknik serta Matrikulasi. Aku pula tidak. Aku merancang untuk melanjutkan pelajaran ke tingkatan 6. Alhamdulillah, semasa tingkatan 6 aku telah banyak berubah. Aku selalu bersaing dengan rakan sekelas untuk mendapat markah tertinggi terutama dalam mata pelajaran Bahasa Melayu dan Pengajian Am serta Geografi. Aku turut aktif dalam kursus kepimpinan dan kecemerlangan STPM pada waktu itu. Semasa keputusan STPM keluar, sungguh aku tidak percaya bahawa aku tersenarai dalam sepuluh pelajar terbaik di sekolah. Rasa bangga dan gembira semasa aku menunjukkan keputusan kepada ibu dan abangku. Guru memanggil aku dan ibu untuk menghadiri majlis anugerah kecemerlangan pelajar. Masa itu, aku dan ibu naik ke pentas utnuk menerima sijil. Aku juga mendapat markah tertinggi dalam mata pelajaran BM semasa percubaan STPM berbanding dengan pelajar-pelajar lain dari dua kelas yang lain. Riak wajah ibu menggambarkan kegembiraan. Ditambah lagi apabila aku mendapat tawaran ke Universiti Malaysia Sabah dalam bidang Geografi. Ibu terus mengadakan kenduri kesyukuran dan majlis doa selamat menjamu orang kampung. Rasanya perubahan aku berbaloi... dari pelajar yang tiada harapan dalam pelajaran berubah menjadi seorang manusia yang dapat membanggakan keluarga walaupun masih banyak kesilapan yang masih belum ditebus. Semoga ibu dipanjangkan umur supaya dapat melihat kejayaan aku kelak...amiin. Sering kali apabila ada program motivasi yang dianjurkan oleh kelab, aku selalu menceritakan kisah aku ini kepada adik-adik agar menjadi iktibar kepada mereka. Sesungguhnya ibu dan bapa tidak mengharapkan balasan dari seorang anak, cuma cukuplah sekadar anak-anaknya menjadi manusia yang berguna kepada keluarga dan berjaya dalam hidup... Selesai bercerita, temanku mengatakan aku ini bertuah kerana sudah melalui pengalaman yang berguna semasa zaman remaja lagi. Semoga di masa lain aku turut begitu....

(Khamis, 24 Jun 2010)

Selepas makan tengah hari, teman mengajak aku ke rumah bapa saudaranya yang terletak di hadapan rumahnya sahaja. Rumah bapa saudaranya itu dibina di atas sungai dan terdapat jeti yang menyambung antara jalan dengan rumah. Kami merehatkan mata di jeti itu. Keadaan itu sama seperti di kampungku. Di kampung, terdapat dua buah jeti yang dibina oleh nelayan untuk melabuhkan kapal mereka dan untuk membuat kerja-kerja membuat bubu dan pukat. Semasa zaman kecil dan remajaku, aku sering ke sana untuk tidur kerana anginnya cukup menyegarkan. Kadang-kadang, selepas mandi sungai aku akan naik ke jeti untuk mengeringkan badan dan baju. Tetapi semenjak Taman Tamadun Islam dibina, keadaannya sudah berubah. Keadaan jeti sudah tidak menarik lagi. Sungai yang dulunya dalam dan apabila surut boleh menampakkan pasir kini telah menjadi cetek dan berlumpur akibat penambakan sungai dan pembinaan benteng di sepanjang taman. Jeti semakin terperosok ke dalam semak. Jeti yang dulunya meriah kini menjadi sepi, hanya tinggal para nelayan meneruskan kerja-kerja mereka. aku rindukan pada waktu dulu...Pada sebelah petang pula, teman membawa aku mengelilingi kampungnya. Kami pergi ke bukit yang terletak di hujung kampung. Sambil berjalan, kami bergurau, mengolok dan bergurau. Macam zaman kanak-kanak... kami menyanyi, berlari, melompat dan ketawa bersama-sama. Keadaan itu mengingatkan aku kepada teman-teman di kampung. Belum puas rasanya bersama mereka semasa cuti semester baru-baru ini. Malah ada juga rakan-rakan yang belum sempat aku temui kerana terlalu sibuk dengan urusan kerja dan tugasan pensyarah. Hanya panggilan dan mesej sahaja dapat diutus sebagai pengganti diri. Semasa makan malam, aku dihidangkan sejenis rumpai laut yang tidak pernah aku temui iaitu rumpai laut yang berwarna hijau dan berbentuk bulat-bulat kecil seperti anggur yang melekat di batuan di tepi pantai. Untuk memakannya, ianya perlu dicicah dengan cuka. Bagaimana rasanya, aku pun tidak tahu. Aku langsung tidak menjamahnya. Sedangkan sayur pun aku tidak makan, inikan pula makanan yang pelik yang tidak pernah aku jumpa. Tetapi melihat temanku ayng begitu berselera, sudah pasti itu salah satu makanan kegemarannya...

(Jumaat, 25 Jun 2010)

Hari ini tiada apa-apa yang dibuat. Selepas selesai solat jumaat, hujan turun dengan lebat tanpa henti. Aku dan teman hanya duduk di jeti sambil berborak kosong. Kemudian pak cik temanku membawa sepiring buah kuini yang siap dipotong. Sungguh manis rasanya. Di sini buah kuini dipanggil sebagai buah wani. Macam nama orang pula kan??? Temanku mempunyai seorang adik bongsu perempuan yang nakalnya bukan kepalang. Maklumlah anak bongsu dan masih kecil. Itu membuatkan aku teringat kepada Fatimah Nailah dan adiknya Aisyah, dua beradik yang diasuh oleh ibuku. Dulu abang mereka, Mawardi juga diasuh oleh ibu. Keluarga Ustaz Kamal sudah seperti keluarga kami juga. Anak-anaknya ibu jaga dan asuh dengan penuh teliti serta dicurahkan kasih sayang. Rindu betul aku dengan teletah mereka. Si kakak manja dan si adik pula kuat cemburu. Itulah resam kanak-kanak. Selagi tidak dapat apa yang mereka mahukan, selagi itu mereka merengek... Sememangnya mereka sangat comel... keluarga aku tidak pernah menganggap mereka sebagai orang lain. Malah ibu sangat bosan apabila mereka tidak dihantar ke rumah. Di sini aku belajar tentang erti kasih sayang seorang ibu yang mencurahkan kasih terhadap seorang anak. Ibu memandikan mereka, memakaikan mereka baju, mendodoikan mereka tidur, menampakkan curahkan kasih sayang sebenar seorang ibu terhadap anak walaupun itu hanyalah anak asuhannya. Aku sangat bersyukur kerana dikurniakan seorang ibu yang penyanyang, cekal, tabah dan kuat menjalani kehidupan demi anak-anak mereka....

(Sabtu, 26 Jun 2010)

Pagi ini aku bersiap untuk pulang ke UMS kerana aku dipanggil untuk menjadi fasilitator untuk kursus Pembimbing Suai Mesra. Aku diminta menggantikan seorang rakan yang tidak dapat hadir kerana terdapat kesulitan di kampungnya. Kalau ikutkan hati, aku mahu tinggal lebih lama di sini. Apakan daya, tugas perlu dilaksanakan. Sebelum berangkat, aku bersalaman dengan ibu dan bapa temanku. Rasa sedih turut hadir. Maklumlah aku sudah menganggap keluarga temanku seperti keluarga sendiri. Insyaallah jika ada kesempatan di lain waktu, aku akan ke sini lagi. Perkara yang paling menggembirakan bagiku adalah hubungan antara aku dengan temanku sudah semakin erat dari teman sekelas menjadi adik beradik serta sebahagian dari keluarga. Semoga ukhwah yang terbina ini menjadi semakin kukuh dan tersimpul rapi dalam sanubariku agar ianya menjadi kenangan abadi yang berpanjangan... amiin.

Salam takziah buat temanku dan keluarganya yang dikasihi di atas pemergian datuknya yang tercinta. Semoga rohnya ditempatkan dalam kalangan insan-insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt...
Related Posts with Thumbnails

Template by:
Free Blog Templates